Daftar Isi
Sebanyak 95% keputusan yang kita ambil, dibuat dalam pikiran bawah sadar kita – subconscious mind.
Melihat fakta ini, perusahaan-perusahaan terbesar dan canggih menerapkan berbagai kemajuan mutakhir di bidang neuroscience untuk membangun brands, menciptakan produk, desain kemasan, marketing campaigns, store environments, dan lebih banyak lagi.
Kesemuanya itu dirancang untuk secara kuat menarik dan mempengaruhi pikiran kita.
Dalam pelatihan the Secrets for Selling to the Subconscious Mind ini, dibahas bagaimana penelitian di bidang neuroscience memiliki dampak terhadap bagaimana kita membuat, membeli, menjual dan menikmati segalanya.
Pelatihan Selling to The Subsconscious Mind ini juga menggali lebih dalam tentang bagaimana menerapkan ilmu pengetahuan baru ini untuk mempertinggi taraf kehidupan pelanggan.
Otak anda, dan otak pelanggan anda umurnya sudah 100.000 tahun. Keahlian dan fungsi dasarnya masih sama ketika otak itu berkembang untuk bertahan hidup beberapa millennium yang lalu.
Ketika otak kita yang ‘modern’ ini menghadapi tantangan hidup abad 21, ia masih berfungsi seperti otak kita ribuan tahun lalu.
Ketika otak kita melakukan ‘navigasi’ terhadap hidup sehari-hari, otak kita ini seperti puncak gunung es. Sebagian besar keputusan terjadi di bawah permukaan air.
Pikiran sadar kita hanya berkontribusi sekitar 5% terhadap keputusan yang kita ambil dalam hidup. Pikiran bawah sadar yang membuat 95% keputusan bagi kita.
Ketika berevolusi, mengumpulkan makanan dan bahan bakar adalah tujuan utama kita.
Inilah mengapa, pada dasarnya, ketika kita berbelanja, adalah aktivitas primitis kita. Inilah contoh-contoh apa yang terjadi pada otak kita ketika kita berbelanja.
Pikiran sadar tidak tahu hal itu, tapi pikiran bawah sadar menganggap bahwa sudut-sudut yang tajam dari toko itu dianggap sebagai ancaman.
Setiap kali anda mendorong kereta belanja anda, pikiran bawah sadar akan memonitor terus jangan-jangan ujung yang tajam membahayakan anda.
Retailer yang smart menyadari hal itu dan membuat ujung-ujung toko menjadi lebih lengkung dan yang berujung runcing sudah diperhalus akan lebih bisa menarik otak untuk berbelanja.
Repetition blindness” langsung beraksi ketika kita melihat begitu banyak barang dari obyek yang sama.
Pikirkan ketika anda melihat kesamaan kotak pasta gigi. Sama ukurannya, warna, dan gambar grafiknya. Ketika menghadapi yang serba sama ini, otak kita akan mencari perbedaan.
Jika kita tidak bisa menemukan variasi, kita akan menganggap semuanya sama, tidak peduli merk atau kemasan dari produk yang berbeda-beda.
Ini pula yang mengakibatkan kita tidak bisa melihat pohon-pohonnya ketika kita melihat hutan.
Di tengah ‘lautan’ yang sama, produsen yang smart akan mengemas produk mereka sedemikian rupa sehingga ia begitu ‘mencolok atau menonjol’ dari rak-rak di supermarket.
Itu adalah sebagian kecil dari fenomena pikiran bawah sadar yang dibahas dalam pelatihan ini.
Untuk melihat jadwal pelatihan ini kunjungi Jadwal Training Update dan jika ingin mendaftar pelatihan ini, silakan isi form di Formulir Pendaftaran.
Leave a Comment